1. Nyalakan dulu kayubakar,kalo sudah nyala diamkan saja dulu.
2.Letakan wajan di atas pawon,lalu,
3.Persiapkan sajeng/nira untuk di masukan ke dalam wajan dan jangan lupa di. saring terlebih dahulu.
4.Sajeng/nira di masak sampai mendidih dan sampai semengka.
5.Setelah semengka bahan gula merah itu di kasih ampas kelapa,kalo tidak ada ampas boleh di kasih minyak goreng sedikit.gunanya untuk membantu mempercepat pengentalan sajeng/nira.
6.Selama sajeng/nira itu semengka,harus di aduk terus menerus sampai sajeng itu matang.sajeng yang sudah matang dan bisa di turunkan dari pawon ciri cirinya :
a.Gelembung gelembung sajeng mulai sedikit/jarang.
b.Warna sajeng kuning ke coklat coklatan
c.Sajeng sudah mulai kekel/kental
7. Setelah sajeng itu matang,di aduk terus dan di kitit,sambil di kitit tepi wajan di kasih gula pasir sedikit,gunanya untuk tular supaya gulanya cepat kering.
8.Setelah itu baru gula itu di cetak menggunakan cetakan,cetakan ini biasanya ada yang menggunakan potongan bambu yang kecil lubangnya sesuai kinginan,ada juga yang menggunakan papan yang di bikin cowakan cowakan seperti mangkok,tapi kalo yang ini harus di dasari dengan plasti supaya dalam pengambilan waktu gula sudah kering mudah.
9.Setelah gula sudah di cetak di diamkan beberapa menit,kalo gula itu sudah keras baru gula itu di lepas dari cetakan.
10.Proses pendinginan,sebelum gula merah di simpan terlebih dahulu gula merah itu di dinginkan,supaya dalam penyimpanan tidak leleh/lembek.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar